Home » Sastra » Puisi (page 2)

Puisi

Terakhir

Kukira, ini terakhir kali. Bayang-bayang abadi, katamu Tak lama dikenang. Cerita berangsur memucat Menunggu kelanjutan yang tersirat. Menghabiskan usia Itukah mengapa, kubilang. Cinta barangkali tinggal kerangka   Tapi masih entah. Pada satu waktu kau berbalik arah Di sana tak ada apa yang kau cari. Terkatung kalimat berbulan-bertahun Para pendongeng menggamit cerita. Aku mimpikan Mengapa tidak berlari saja. Dalam pagi yang …

Read More »

Kesalahan

Merenung adalah kesalahan, kata Johanna Mesti berlumpur, turun ke jalan. Seperti tak berpengetahuan bila nangkup di pikiran Obrolan menguap. Nggantung, menjajakan harapan Bagaimana kau mengartikan hujan Keburu lari, basahnya tak kau sentuh sama sekali?   Di samping malam. Angin-angin nampak Menggigil geli atas sentuhan Kau ucap tak berarti?   Kadang, Johanna Aku tak peduli pada apa-apa yang membelai Pinggiran cukup …

Read More »

Secangkir Kopi

Rindu, secangkir kopi di pagi hari aroma yang pekat buatanmu, yang aku tunggu-tunggu. Rindu, berdua berbincang tentang hari yang lalu sembari menonton kabar berita hiruk pikuknya negara di layar televisi. Rindu, secangkir kopi berdua rasanya pas tanpa harus aku meminta pemanis di dalamnya. Kini, secangkir kopi itu tidak ada di setiap pagi kalaupun ada, tidak seperti buatanmu. Rasanya pun pahit, …

Read More »

Mereka Bertiga

Akhirnya, gelar sarjana Terletak di nama mereka bertiga Gegap gempita menyambut mereka Ucapan selamat dengan setangkai bunga Di hari itu, mereka akan selalu ingat Kami mengantarkan mereka bersama sebuah nasehat Gelar sarjana tidak membuat mereka selamat Di realita kehidupan yang penuh siasat Yogyakarta, 29 Agustus 2015 Ahmad Agung Masykuri Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Negeri Yogyakarta

Read More »

Manusia Cacat

              Karya Dhimas Iman G. W. Kami manusia cacat….. Memiliki mulut namun tak pernah mengucap kebenaran Mengucap kebenaran namun kebenaran binatang Saling benteng dalam meriam kata Ya kami manusia cacat…. Memiliki telinga namun tak pernah mendengar derita Bualan dan tipuan selalu didengar Tuli mereka mendengar tangisan Sungguh kami manusia cacat…. Memandang kebenaran dengan sorot mata yang buta Buta kepada tanggung jawab Buta kepada kehidupan Buta manusia Kamilah manusia cacat…. …

Read More »