Home » Sastra » Puisi (page 4)

Puisi

Pesan untuk Mikail

Mikail Jauh hari aku pernah bertanya padamu kapan aku bisa mengerti hakikat Diri tentang sunyi mencekam kesepian dari dari jarak yang jauh   Mikail Mengapa aku harus ditakdirkan menjadi milik mereka? Sementara aku tak tahu mana yang bisa aku miliki aku tahu kau ada dengan segala puji dan anugerah Sang Maha Tapi aku ketakutan, mikail! Menjauh dari yang pernah hidup …

Read More »

Refrein Pada Sebuah Taman

I mungkin pada malam yang dihantam hujan seorang malaikat turun di taman tanpa nama yang menyimpan percakapan kita   “di sini pernah ada sepasang orang asing yang bersikeras mengucapkan kehilangan” ia bergumam, gumamnya dilontarkan  angin ke hibuk cuaca   dan di malam yang lain aku tengah menulis puisi untukmu tentang pertemuan ke sekian juga sederet namanama letih tapi kubayangkan engkau …

Read More »

Hari Terakhir

Ku rasa kali ini tubuhku berat ‘tuk berdiri. Sayup-sayup, bayang wajahmu dan desa perlahan – lahan berganti menghampiri. Kini aku sendiri, Cuma di temani teman – teman yang telah pergi. Mereka menuju  sang “Shinigami” yang kali ini pun ia menangis. Aku berjalan sambil sesekali bernafas cukup berat. Ketika melihat ia tersenyum, darah ku mengalir cukup deras. Aku berlari dan berlari, …

Read More »

Jejak

Oleh: Aufannuha Ihsani : p.s.w. kemudian kaususuri jejak-jejak jauh ke muasal, diri yang mana yang tinggal dan tertanam : tanah, barangkali penanda di mana hatimu tertambat sementara. silsilah-silsilah tua, luka dari hulu yang muskil memuara. matamu daun bambu, dihembus ragu dibasuh kenangan yang sengaja. satu-dua anak-anak hawa pergi tanpa pamit ribuan mil ke ujung benua, mampir. sebentar lalu melayari samudra. …

Read More »

Stalingrad

Oleh: Aufannuha Ihsani Jika surat ini tak pernah sampai padamu, akan kukekalkan waktu. Kuminta kau untuk menghujat laknat mereka pada sesiapa mungkin juga pada tuhan yang tak ada. Kematian, runcing terhunus ke jantungku, dari salju atau mata-mata tajam penembak jitu. gigil ini sepi. Kuigaukan bethoven, mungkin mozart, tapi kokleaku menangkap desing mortar yang lebih merdu daripada kebosanan stasiun atau ruang …

Read More »