Home » Sastra » Puisi (page 4)

Puisi

SELINGKUH

  Lemas ia rasa di sekujur sendi tubunya rasanya ngilu Lidahnya kelu, terasa pahit dan berat saat menelan ludah.   dingin tidak begitu terasa, tapi entah mengapa gemetar hebat ia rasa menerjang tubuhnya seketika hujan memburu, riuh rendah di luar jendela samar memercikkan sedikit air ke wajahnya yang pasi.   bulu remangnya menegak sejenak sebelum ia lunglai dan tak bergerak …

Read More »

Aku, Cigarette dan Secangkir Hitam Manis

di sebuah kamar saksi hidup masa muda aku duduk merenungkan geliat hidup ini jejak keramaian gejayan mulai menyepi pertanda malam sudah mulai bernafas   dibawah binar-binar lampu neon putih cerita hidup ini sedang kutulis diatas Komputer lipat rasanya ibarat memuntahkan semua isi perut kelantai otak ini begitu kencang meneteskan catatan hidup ini   sebuah cangkir berisikan air panas hitam pekat …

Read More »

Pesan untuk Mikail

Mikail Jauh hari aku pernah bertanya padamu kapan aku bisa mengerti hakikat Diri tentang sunyi mencekam kesepian dari dari jarak yang jauh   Mikail Mengapa aku harus ditakdirkan menjadi milik mereka? Sementara aku tak tahu mana yang bisa aku miliki aku tahu kau ada dengan segala puji dan anugerah Sang Maha Tapi aku ketakutan, mikail! Menjauh dari yang pernah hidup …

Read More »

Refrein Pada Sebuah Taman

I mungkin pada malam yang dihantam hujan seorang malaikat turun di taman tanpa nama yang menyimpan percakapan kita   “di sini pernah ada sepasang orang asing yang bersikeras mengucapkan kehilangan” ia bergumam, gumamnya dilontarkan  angin ke hibuk cuaca   dan di malam yang lain aku tengah menulis puisi untukmu tentang pertemuan ke sekian juga sederet namanama letih tapi kubayangkan engkau …

Read More »

Hari Terakhir

Ku rasa kali ini tubuhku berat ‘tuk berdiri. Sayup-sayup, bayang wajahmu dan desa perlahan – lahan berganti menghampiri. Kini aku sendiri, Cuma di temani teman – teman yang telah pergi. Mereka menuju  sang “Shinigami” yang kali ini pun ia menangis. Aku berjalan sambil sesekali bernafas cukup berat. Ketika melihat ia tersenyum, darah ku mengalir cukup deras. Aku berlari dan berlari, …

Read More »