<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ekspresionline</title>
	<atom:link href="http://ekspresionline.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ekspresionline.com</link>
	<description>Refleksi Pemikiran Intelektual</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 15:56:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>BERMAIN PETASAN DI ACARA PBSI GOT TALENT</title>
		<link>http://ekspresionline.com/2012/05/14/bermain-petasan-di-acara-pbsi-got-talent/</link>
		<comments>http://ekspresionline.com/2012/05/14/bermain-petasan-di-acara-pbsi-got-talent/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 13:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Rakhma Novitasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekspresionline.com/?p=1661</guid>
		<description><![CDATA[TweetMENENGOK pada lantai dua di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) baru milik Fakultas Bahasa dan Seni, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) tampak gaduh dalam ruangan. Suara petasan, percikan api menghiasi seisi ruangan. Teriakan dari seorang penyair pun turut terdengar. Ada yang memilih untuk keluar ruangan, ada pula yang memilih bertahan dalam ruangan untuk menikmati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://ekspresionline.com/2012/05/14/bermain-petasan-di-acara-pbsi-got-talent/&via=ekspresionline&text=BERMAIN PETASAN DI ACARA PBSI GOT TALENT&related=ekspresionline:kimcil holic&lang=en&count=vertical" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><p>MENENGOK pada lantai dua di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) baru milik Fakultas Bahasa dan Seni, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) tampak gaduh dalam ruangan. Suara petasan, percikan api menghiasi seisi ruangan. Teriakan dari seorang penyair pun turut terdengar. Ada yang memilih untuk keluar ruangan, ada pula yang memilih bertahan dalam ruangan untuk menikmati suasana yang ada.</p>
<p>Seisi ruangan tampak panik, namun ada sosok lelaki tampak begitu menikmati keadaan. Dengan kepulan asap di mulutnya, berdiri di atas kursi, memegang erat sebongkah buku berisi syair-syair yang indah. Ia melantunkannya dari bait ke bait selanjutnya. Ia sedang menunjukkan talentanya pada ajang PBSI <em>GOT TALENT</em> yang diadakan oleh kawanan Himpunan Mahasiswa (Hima) PBSI pada hari Senin, 14 Mei 2012. Kericuhan tersebut memicu salah satu juri bertindak lebih lanjut, yaitu meminta peserta tersebut untuk bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya, yaitu menyapu dan mengepel seisi ruangan yang sudah kacau dibuatnya. Namun demikian, penonton yang hadir tetap mengapresiasi penampilan tersebut, karena pada acara tersebut, 12 peserta bebas unjuk kebolehan apapun, mulai dari menyanyi, bermain musik, monolog, hingga membaca puisi.</p>
<p>“Motivasi saya melakukan ini adalah karena saya ingin tampil beda,” ungkap Armada, peserta pembaca puisi tersebut saat ditanyai motivasinya membaca puisi diiringi dengan suara petasan dan percikan api. Meski Sodiq selaku juri sekaligus komentator mengamini bahwa acara tersebut merupakan ajang yang bebas berekspresi, namun ia menganggap tindakan tersebut sama saja menghina pembacaan puisi. Sodiq pun meminta Armada untuk membacakan puisi tanpa diiringi suara petasan. Kemudian, Sodiq menegaskan bahwa membaca puisi tanpa suara petasan pun juga sudah bagus. “Kalau pakai petasan, penonton malah jadi gaduh dan tak ada yang mendengar bacaan puisimu,” tambah Sodiq saat memberi komentar pada penampilan Armada.</p>
<p>Secara keseluruhan acara tersebut berlangsung cukup meriah. Penampilan peserta menghibur dan komentar dari para juri juga dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi penonton maupun siapa saja yang berada pada ruangan tersebut. Mulai dari pukul 16.00 hingga pukul 19.30 WIB acara tersebut berlangsung. Para juri menentukan tiga juara, yaitu juara terunik, terbaik, dan terfavorit. Pembagian hadiah akan diberikan pada acara malam puncak Hima PBSI (23/05). <em>(Ade Rakhma/Jurnalis Ekspresi)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekspresionline.com/2012/05/14/bermain-petasan-di-acara-pbsi-got-talent/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SWARA KAMPUS KEDAULATAN RAKYAT GELAR TRAINING JURNALISTIK ONLINE</title>
		<link>http://ekspresionline.com/2012/05/12/swara-kampus-kedaulatan-rakyat-gelar-training-jurnalistik-online/</link>
		<comments>http://ekspresionline.com/2012/05/12/swara-kampus-kedaulatan-rakyat-gelar-training-jurnalistik-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 10:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Rakhma Novitasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekspresionline.com/?p=1657</guid>
		<description><![CDATA[TweetSWARA Kampus Kedaulatan Rakyat (KR) mengadakan Training Peluang Kerja Jurnalistik Online. Acara tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 12 Mei 2012 pukul 08.00-15.00 WIB. Awalnya bertempat di pendopo KR, namun setelah jam istirahat, tempat training pindah di ruang data KR. Training tersebut dikemas dengan model penyampaian materi diklat dasar dan diskusi tentang jurnalistik dan online. Peserta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://ekspresionline.com/2012/05/12/swara-kampus-kedaulatan-rakyat-gelar-training-jurnalistik-online/&via=ekspresionline&text=SWARA KAMPUS KEDAULATAN RAKYAT GELAR TRAINING JURNALISTIK ONLINE&related=ekspresionline:kimcil holic&lang=en&count=vertical" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><p>SWARA Kampus Kedaulatan Rakyat (KR) mengadakan Training Peluang Kerja Jurnalistik Online. Acara tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 12 Mei 2012 pukul 08.00-15.00 WIB. Awalnya bertempat di pendopo KR, namun setelah jam istirahat, tempat training pindah di ruang data KR. Training tersebut dikemas dengan model penyampaian materi diklat dasar dan diskusi tentang jurnalistik dan online. Peserta berasal dari hubungan masyarakat (humas) dan mahasiswa dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY),  Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Jana Badra (UJB), Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) AKAKOM, dan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS).</p>
<p>Mereka begitu antusias mengikuti training tersebut, terbukti dengan keaktifan mereka saat berdiskusi. Bondan, selaku pembicara menyebutkan bahwa acara ini merupakan salah satu langkah agar mahasiswa mau menulis, yaitu dengan melibatkan mahasiswa pada dunia kepenulisan.</p>
<p>“Swarakampus terbuka mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB, menerima diskusi atau <em>sharing</em> yang belum sempat terungkap pada hari ini, bisa dikomunikasikan lebih lanjut,” ungkap Krisno Wibowo selaku pembicara mengakhiri materinya. <em>(Ade Rakhma/Jurnalis Ekspresi)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekspresionline.com/2012/05/12/swara-kampus-kedaulatan-rakyat-gelar-training-jurnalistik-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uji Coba Tim Nasional VS PS Universitas Negeri Yogyakarta</title>
		<link>http://ekspresionline.com/2012/05/09/uji-coba-tim-nasional-vs-ps-universitas-negeri-yogyakarta/</link>
		<comments>http://ekspresionline.com/2012/05/09/uji-coba-tim-nasional-vs-ps-universitas-negeri-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 12:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abie Cech Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekspresionline.com/?p=1648</guid>
		<description><![CDATA[TweetTim Nasional Indonesia kembali melakukan uji coba dalam rangka mengikuti Turnamen Internasional Al-Nakbah di Palestina. Kali ini yang menjadi lawan uji coba adalah tim sepak bola Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (9/5) di Stadion FIK UNY. Kualitas tim yang berbeda jauh membuat TimNas secara otomatis menguasai pertandingan. Dibawah asuhan asisten pelatih Fabio Oliveira TimNas terus menggempur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://ekspresionline.com/2012/05/09/uji-coba-tim-nasional-vs-ps-universitas-negeri-yogyakarta/&via=ekspresionline&text=Uji Coba Tim Nasional VS PS Universitas Negeri Yogyakarta&related=ekspresionline:kimcil holic&lang=en&count=vertical" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><p>Tim Nasional Indonesia kembali melakukan uji coba dalam rangka mengikuti Turnamen Internasional Al-Nakbah di Palestina. Kali ini yang menjadi lawan uji coba adalah tim sepak bola Universitas Negeri Yogyakarta, Rabu (9/5) di Stadion FIK UNY.<br />
Kualitas tim yang berbeda jauh membuat TimNas secara otomatis menguasai pertandingan. Dibawah asuhan asisten pelatih Fabio Oliveira TimNas terus menggempur pertahan tim sepak bola UNY. Dibabak pertama, TimNas mampu membuat tiga gol ke gawang tim UNY. Babak kedua tidak jauh beda, TimNas masih mendominasi pertandingan. Tiga gol kembali bersarang di gawang tim UNY, sehingga membuat scor akhir menjadi 6-0.<br />
Fabio mengatakan, dalam uji coba kali ini TimNas tidak mengejar skor besar. Tujuan uji coba kali ini untuk meningkatkan kekompakan tim. Karena selama ini TimNas jarang melakukan latihan dengan squad yang lengkap. “Selama ini kita jarang latihan sebelas lawan sebelas. Latihan tidak pernah lengkap. Banyak pemain yang balik membela timnya “ ujar Fabio.<br />
Dalam uji coba kali ini, pemain Pelita Jaya dari Indonesia Super League, Titus Bonai, sudah ikut gabung latihan TimNas. Walaupun baru pertama kali ikut gabung, Titus langsung diturunkan dalam uji coba melawan UNY. Pergerakan Titus kerap kali merepotkan pemain belakang UNY. “Saya tidak berani komentar tentang dia (Titus). Dia baru pertama kali gabung latihan, belum bisa menilai. Kita tidak tahu dia selama ini latihan apa tidak, di klubnya rajin latihan apa tidak, jadi saya belum bisa menilai Titus” ujar Fabio.<br />
Selanjutnya TimNas akan melawan Persiba Bantul Jumat (11/5) untuk uji coba, dan tanggal 12 akan berangkat ke Palestina untuk mengikuti Turnamen International Al-Nakbah di Palestina. (Faqihuddien Abi Utomo)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekspresionline.com/2012/05/09/uji-coba-tim-nasional-vs-ps-universitas-negeri-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Jakmania</title>
		<link>http://ekspresionline.com/2012/05/09/the-jakmania-2/</link>
		<comments>http://ekspresionline.com/2012/05/09/the-jakmania-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 17:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizal S Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekspresionline.com/?p=1638</guid>
		<description><![CDATA[TweetThe Jak meluapkan kegembiraan atas gol Pedro Javier di menit 59 dengan membakar kembang api. (Rizal S. Nugroho)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://ekspresionline.com/2012/05/09/the-jakmania-2/&via=ekspresionline&text=The Jakmania&related=ekspresionline:kimcil holic&lang=en&count=vertical" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><p style="text-align: center;">The Jak meluapkan kegembiraan atas gol Pedro Javier di menit 59 dengan membakar kembang api. (Rizal S. Nugroho)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekspresionline.com/2012/05/09/the-jakmania-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Jakmania</title>
		<link>http://ekspresionline.com/2012/05/09/the-jakmania/</link>
		<comments>http://ekspresionline.com/2012/05/09/the-jakmania/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 17:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizal S Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekspresionline.com/?p=1629</guid>
		<description><![CDATA[TweetThe Jakmania, suporter setia tim sepakbola Persija Jakarta saat mendukung Macan Kemayoran di Solo]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://ekspresionline.com/2012/05/09/the-jakmania/&via=ekspresionline&text=The Jakmania&related=ekspresionline:kimcil holic&lang=en&count=vertical" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><p style="text-align: center;">The Jakmania, suporter setia tim sepakbola Persija Jakarta saat mendukung Macan Kemayoran di Solo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekspresionline.com/2012/05/09/the-jakmania/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satria Muda Juara (Lagi), Penonton Pecahkan Rekor</title>
		<link>http://ekspresionline.com/2012/05/07/satria-muda-juara-lagi-penonton-pecahkan-rekor/</link>
		<comments>http://ekspresionline.com/2012/05/07/satria-muda-juara-lagi-penonton-pecahkan-rekor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 15:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azka M Satyananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekspresionline.com/?p=1625</guid>
		<description><![CDATA[TweetPertandingan Grand Final NBL Indonesia 2011-2012 antara Satria Muda BritAma dan Dell Aspac yang berlangsung di GOR UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) , Minggu (29/4). Satria Muda BritAma mengalahkan Dell Aspac  dengan skor 59-42 dihadapan 8000-an penonton yang memadati GOR UNY. Angka 8000 penonton adalah angka penonton terbanyak dalam sejarah. Dalam pertandingan Grand Final, Satria Muda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://ekspresionline.com/2012/05/07/satria-muda-juara-lagi-penonton-pecahkan-rekor/&via=ekspresionline&text=Satria Muda Juara (Lagi), Penonton Pecahkan Rekor&related=ekspresionline:kimcil holic&lang=en&count=vertical" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><p style="text-align: justify;" align="left">Pertandingan Grand Final NBL Indonesia 2011-2012 antara Satria Muda BritAma dan Dell Aspac yang berlangsung di GOR UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) , Minggu (29/4). Satria Muda BritAma mengalahkan Dell Aspac  dengan skor 59-42 dihadapan 8000-an penonton yang memadati GOR UNY. Angka 8000 penonton adalah angka penonton terbanyak dalam sejarah.</p>
<p style="text-align: justify;" align="left">Dalam pertandingan Grand Final, Satria Muda BritAma Jakarta menjadi juara . Dengan kemenangan ini, selain menjuarai NBL Indonesia dua kali berturut-turut, Satria Muda telah meraih delapan kali juara Liga Basket Profesional Indonesia.. Dua poin dari Galank Gunawan, sebuah tembakan tiga angka yang tidak terduga dari Sitepu, dan tembakan dua angka dari  Michel membawa Satria Muda berlari 7-0. Sebuah slam dunk dari Thoyib hasil assist dari Sigit Harun membawa Aspac mendekat 7-6.</p>
<p style="text-align: justify;" align="left"> Namun, Satria Muda kembali beraksi dan menutup kuarter pertama dengan skor 11-8. Sebuah hook layup dari Rizky Effendi yang menghasilkan dua poin menutup kuarter kedua dengan skor 28-20, Satria Muda masih unggul. Satria Muda masih unggul di akhir kuarter ketiga 41-31.</p>
<p style="text-align: justify;" align="left"> Arki Satria Muda kembali menjadi pemain yang paling banyak mencetak angka dengan 19 poin. Sementara pada kubu Aspac, Oki Wira terbanyak dengan 13 poin. Satria Muda mengakhiri Grand Final dengan mengalahkan Dell Aspac 59-42. <em>(Ayu Shinta Sugiharto)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekspresionline.com/2012/05/07/satria-muda-juara-lagi-penonton-pecahkan-rekor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Place Three NBL</title>
		<link>http://ekspresionline.com/2012/05/07/place-three-nbl/</link>
		<comments>http://ekspresionline.com/2012/05/07/place-three-nbl/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 15:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azka M Satyananda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekspresionline.com/?p=1622</guid>
		<description><![CDATA[TweetPelita Jaya menempati Peringkat Tiga National Basketball League (NBL) Indonesia setelah mengalahkan Garuda Bandung dengan skor 76-50 pada partai perebutan juara tiga, Minggu (29/4) di GOR UNY. Jalan mereka ke grand final dihadang Aspac di semifinal ke-2. Di semifinal pertama, Pelita Jaya sukses menggulung Aspac. Akan tetapi, sukses itu tidak terulang di semifinal kedua. Garuda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://ekspresionline.com/2012/05/07/place-three-nbl/&via=ekspresionline&text=<i>Place Three</i> NBL&related=ekspresionline:kimcil holic&lang=en&count=vertical" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><p style="text-align: justify;">Pelita Jaya menempati Peringkat Tiga National Basketball League (NBL) Indonesia setelah mengalahkan Garuda Bandung dengan skor 76-50 pada partai perebutan juara tiga, Minggu (29/4) di GOR UNY. Jalan mereka ke <em>grand final</em> dihadang Aspac di semifinal ke-2. Di semifinal pertama, Pelita Jaya sukses menggulung Aspac. Akan tetapi, sukses itu tidak terulang di semifinal kedua. Garuda unggul di kuarter pertama dengan kedudukan 17-13.</p>
<p style="text-align: justify;"> Penurunan akurasi dari para pemain Garuda membuat tim asuhan pelatih Amran ini tertinggal 25-21 di kuarter kedua. Pemain Pelita Jaya, Dimas, menambahkan delapan angka untuk Pelita Jaya. Penampilan gemilang juga ditunjukan oleh Ary Chandra. Shooting guard Pelita Jaya ini memasukan tiga kali point three.</p>
<p style="text-align: justify;"> Garuda semakin tertinggal di akhir kuarter ketiga, 48-34. Ary Chandra mencetak 11 poin hanya di kuarter ketiga.Tembakan point three dari Kelly Purwanto memberi keunggulan 21 angka  untuk Pelita Jaya di kuarter empat. Satu menit jelang  akhir pertandingan, tembakan tiga angka Erick Sebayang menjadikan  kemenangan untuk  Pelita Jaya dengan skor 76-50. <em>(Ayu Shinta Sugiharto)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekspresionline.com/2012/05/07/place-three-nbl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macan Kemayoran Taklukan Singo Edan di Solo</title>
		<link>http://ekspresionline.com/2012/05/07/macan-kemayoran-taklukan-singo-edan-di-solo/</link>
		<comments>http://ekspresionline.com/2012/05/07/macan-kemayoran-taklukan-singo-edan-di-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 15:07:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rizal S Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekspresionline.com/?p=1613</guid>
		<description><![CDATA[TweetSolo (06/05/12), Bertanding disaksikan ribuan pasang mata yang memadati Stadion Manahan, “Macan Kemayoran” Persija Jakarta berhasil mengandaskan perlawanan “Singo Edan” Arema Indonesia 1-0 berkat gol semata wayang Pedro Javier. Menghadapi Arema Indonesia, Persija Jakarta sedianya akan bermain di kandang mereka Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Namun hal itu urung terlaksana lantaran bertepatan dengan hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://ekspresionline.com/2012/05/07/macan-kemayoran-taklukan-singo-edan-di-solo/&via=ekspresionline&text=Macan Kemayoran Taklukan Singo Edan di Solo&related=ekspresionline:kimcil holic&lang=en&count=vertical" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><p>Solo (06/05/12), Bertanding disaksikan ribuan pasang mata yang memadati Stadion Manahan, “Macan Kemayoran” Persija Jakarta berhasil mengandaskan perlawanan “Singo Edan” Arema Indonesia 1-0 berkat gol semata wayang Pedro Javier.</p>
<p>Menghadapi Arema Indonesia, Persija Jakarta sedianya akan bermain di kandang mereka Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan. Namun hal itu urung terlaksana lantaran bertepatan dengan hari libur waisak. Laga sebelumnya saat melawan Persela lamongan yang berkesudahan 1-1 pun dilangsungkan di Stadion Manahan karena GBK dipakai untuk aksi hari buruh.</p>
<p>Turun dengan skuad terbaiknya, Persija mengandalkan duet penyerang Pedro Javier dan Bambang Pamungkas di depan. Keduanya ditopang gelandang kreatif Robertino Pugliara dan dua sayap Ramdhani Lestaluhu serta legiun asing asal Korea Selatan Jeong Kwang Sik. Sedangkan berdiri di bawah mistar penjaga gawang Galih Sudaryono.</p>
<p>Sebagai tuan rumah, Persija mengawali mengambil inisiatif serangan. Di menit ke sepuluh, K.S Jeong mengeluarkan tembakan spekulasi ke arah gawang Arema yang di jaga Ahmad Kurniawan. Sayang tembakanya masih melebar dari sasaran. Setali tiga uang dengan kesempatan yang di buat oleh Ismed sofyan di menit 14 dan 26, keduanya belum mampu menggetarkan jala Arema.</p>
<p>Kubu tim tamu bukanya tanpa peluang. Herman Dzumafo dengan skill dan keunggulan postur tubuhnya berkesempatan mengancam gawang Persija. Namun tembakanya masih mampu dihalau Galih Sudaryono. Pun dengan percobaan dari Sunarto, Hendro Siswanto dan pemain asing asal Singapura M. Ridhuan. Semuanya belum berbuahkan gol.</p>
<p>Beberapa saat sebelum turun minum, penjaga gawang Arema Indonesia Ahmad Kurniawan mengalami cidera betis dan memaksanya harus digantikan oleh Kurnia Meiga. Hasil imbang kaca mata menutup pertandingan di babak pertama.</p>
<p>Di awal-awal babak kedua, Arema membuka kesempatan lewat M. Ridhuan. Namun sayang, tembakannya hanya meluncur tipis di sisi kiri mistar Galih Sudaryono. Di menit ke 60 Persija berhasil memecah kebuntuan melalui Pedro Javier. Berawal dari penetrasi Ramdhani Lestaluhu di sisi kiri pertahanan Arema, umpan terobosan Bambang Pamungkas mampu diteruskan pemain bernomor punggung 25 ini. Setelah sebelumnya menembus pertahanan Arema, Pedro melepaskan tembakan yang tidak mampu dihalau kiper pengganti Kurnia Meiga. 1-0 untuk Macan Kemayoran.</p>
<p>Arema berupaya menyetarakan kedudukan. Selama dua uluh menit terakhir mereka membombardir pertahanan tim tuan rumah. Hal ini memaksa Persija untuk memperkuat barisan pertahanannya. K.S. Jeong dan Ramdhani harus digantikan Oktavianus dan Rahmad Affandi yang bertipe sedikit bertahan. Upaya Arema untuk menyamakan skor berkali-kali terhalang tembok kokoh Persija yang mengandalkan Ismed Sofyan dan Hasim Kipuw.</p>
<p>Sampai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, Arema tidak mamu mencetak gol penyeimbang. Dengan hasil kemenangan ini menjadikan Persija Jakarta naik ke peringkat tiga klasemen Indonesia Super League (ISL) sementara dengan koleksi 38 poin hasil dari 23 pertandingan. Persija unggul dari Persiba Balikpapan di peringkat 4 dan Persiwa Wamena di tangga kelima.</p>
<p>Sebaliknya, hasil minor ini menjadikan Arema tak beranjak dari posisinya di dasar klasemen. &#8220;Singo Edan&#8221; tak bergerak sebagai juru kunci dengan 20 poin dari 24 pertandingan. (<em>Rizal S. Nugroho)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekspresionline.com/2012/05/07/macan-kemayoran-taklukan-singo-edan-di-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEBUTUHAN REMAJA + PENGARUH PERILAKU KONSUMTIF &amp; HEDONIS=KORUPSI</title>
		<link>http://ekspresionline.com/2012/05/04/kebutuhan-remaja-pengaruh-perilaku-konsumtif-hedoniskorupsi/</link>
		<comments>http://ekspresionline.com/2012/05/04/kebutuhan-remaja-pengaruh-perilaku-konsumtif-hedoniskorupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 11:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Rakhma Novitasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekspresionline.com/?p=1606</guid>
		<description><![CDATA[TweetJAM dinding menunjukkan pukul 06.25. Di dalam kamar, dia sedang mematut diri di depan cermin. Sesekali dia merapikan seragam putih abu-abu yang dikenakannya. Seperti biasa, pada pagi-pagi sebelumnya, saya dengan setia duduk menunggui di tepi sisi pembaringan miliknya. Sambil memalingkan muka dan mencondongkan wajahnya ke arah saya, dia berbisik,  “Nanti kalau ditanya ibuku, berapa bayarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://ekspresionline.com/2012/05/04/kebutuhan-remaja-pengaruh-perilaku-konsumtif-hedoniskorupsi/&via=ekspresionline&text=KEBUTUHAN REMAJA + PENGARUH PERILAKU KONSUMTIF & HEDONIS=KORUPSI &related=ekspresionline:kimcil holic&lang=en&count=vertical" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><p>JAM dinding menunjukkan pukul 06.25. Di dalam kamar, dia sedang mematut diri di depan cermin. Sesekali dia merapikan seragam putih abu-abu yang dikenakannya. Seperti biasa, pada pagi-pagi sebelumnya, saya dengan setia duduk menunggui di tepi sisi pembaringan miliknya.</p>
<p>Sambil memalingkan muka dan mencondongkan wajahnya ke arah saya, dia berbisik,  “Nanti kalau ditanya ibuku, berapa bayarnya untuk buku bilang aja lima puluh ribu ya?” Waktu itu saya hanya bisa mengangguk dengan alasan mengatasnamakan persahabatan.</p>
<p>Tak berapa lama kemudian, ibunya memasuki kamar dengan memegang lembaran uang nominal lima puluh ribuan di kedua tangannya. “Sebenarnya bayarnya berapa?” tanya ibunya. “Lima Puluh Ribu, jawab teman saya, kali ini dia sedang menyapukan bedak di wajahnya. “Yang benar?” ibunya kembali bertanya penuh selidik. “ Ya Allah, beneran Bu,” sergah teman saya tadi. Kemudian ibunya berganti menoleh dan menginterogasi saya, bayarnya memang bener segitu, Nik?” “Nggih”, jawab saya singkat seperti yang sudah dipesankan teman saya beberapa menit sebelumnya.</p>
<p>Pagi itu, kami berdua dengan satu sahabat saya yang lain bersiap berangkat menuju sekolah. Sepanjang perjalanan, kedua sahabat saya ini saling memamerkan pendapatan mereka pada hari itu. Teman yang saya jemput di rumahnya mengatakan bahwa dia memperoleh keuntungan sebesar Rp.10.000,00 dari Rp. 50.000,00 untuk pembayaran buku. Sementara teman saya yang satunya lagi berujar bahwa dia mendapat untung Rp.15.000,00 dari Rp. 55.000,00. Motif yang diutarakan kedua teman saya hampir sama. Kedua teman saya menyatakan bahwa dia kesal dengan ulah ibunya yang suka meminjam uang darinya dan jarang dikembalikan. Dia menambahkan, bahwa sebagai seorang remaja putri dia membutuhkan dan menginginkan hal-hal yang belum tentu bisa dipenuhi oleh orangtuanya. “Aku harus beli bedak, parfum, <em>lipgloss</em>, dan pelembab. Belum lagi nanti kalau aku ingin kaos baru,” ucap teman saya tersebut. Selain itu dia juga merasa iri ketika bergaul dengan teman-teman sekelasnya yang rata-rata selalu memiliki uang berlebih, ketimbang dirinya. Apalagi ketika dia keluar untuk berjalan-jalan bersama dengan teman-teman yang lain. Hal yang membuat saya heran adalah orangtua mereka bekerja sebagai buruh tani, yang penghasilannya pas-pasan. Tapi kedua teman saya masih tega <em>menguntit</em> uang dari orangtua mereka. Kisah ini terjadi pada tahun 2004.</p>
<p>Perilaku remaja tersebut termasuk salah satu bentuk kenakalan remaja. Hal yang menyebabkan perilaku tersebut salah satunya adalah tidak terpenuhinya kebutuhan remaja, karena kondisi ekonomi kedua orangtua mereka. Sehingga orangtua cenderung mengabaikan kebutuhan anak (Sofyan, 2005:103). Kekecewaan anak, yang telah terakumulasi sekian lama, membuat para remaja menempuh jalan tersebut, yakni korupsi.</p>
<p><strong>Kebutuhan Remaja</strong></p>
<p><strong>            </strong>Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan sesuatu untuk bertahan hidup. Dalam ilmu Ekonomi kebutuhan manusia digolongkan menjadi tiga macam, diantaranya: kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier.</p>
<p>Kebutuhan primer, seperti yang sudah kita ketahui bersama, merupakan kebutuhan pokok yang sifatnya sangat <em>urgent</em> dan harus segera dipenuhi. Berikutnya kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Selanjutnya, kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang sifatnya mewah dan dapat dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Ketiga macam kebutuhan tersebut seperti berantai, merupakan kelanjutan yang mirip episode sebuah sinema.</p>
<p>Umumnya, remaja yang berada pada tahap pencarian jati diri, selalu haus dengan kebutuhan-kebutuhan tertentu, tergantung pengaruh lingkungannya.  Mereka membutuhkan sesuatu untuk bisa tampil seperti remaja putri yang berasal dari keluarga berada. Selain itu motif dibalik tindakan mereka bisa jadi karena mereka ingin diterima/bisa masuk dalam kelompok tertentu.</p>
<p>Hal ini biasa disebut dengan penyesuaian diri secara berlebihan. Anak remaja ingin diakui keberadaannya. Mereka berusaha menunjukkan eksistensi diri. Penyesuaian diri bisa dilakukan dalam bentuk cara berpakaian, cara bicara, keyakinan, nilai, dan pola perilaku (Hurlock, 1978:313). Menurut Bandura tentang teori belajar sosial dalam Syamsu Yusuf (2004:190), menyatakan bahwa pengamatan tingkah laku oleh remaja terhadap teman sebaya, dapat mendorong remaja untuk melakukan hal yang sama. Dalam hal ini kelompok sebaya secara tidak langsung telah memberikan kesempatan belajar kepada remaja untuk mengimitasi berbagai bentuk tingkah laku personel kelompok sebaya tersebut. Pengaruh teman sebaya yang menjadi model dapat mencegah atau membolehkan pola-pola tingkah laku yang relatif tidak pasti (kebiasaan) dalam seting yang terstruktur.</p>
<p><strong> Sambutan Pasar Bebas (Konsumtifisme dan Hedonisme)</strong></p>
<p>Korupsi bisa dimulai dari yang kecil-kecilan. Keinginan orang yang didasari atas nafsu dan pengaruh lingkungan dapat membuat orang begitu mendewakan yang namanya uang dan uang.</p>
<p>Salah satu sebab mereka melakukan korupsi kecil-kecilan, kerena didorong oleh perilaku konsumtif dan hedonis, sehingga kebutuhan hidup mereka seolah-olah banyak, padahal kemampuannya terbatas. Mereka dibanjiri dengan produk-produk yang dijejalkan melalui iklan. Salah satunya adalah produk kecantikan, dengan iming-iming untuk terlihat lebih cantik, lebih bersih, dan memiliki daya pikat. Intinya, definisi cantik dan menarik itu harus sesuai dengan visualisasi seperti yang ditampilkan dalam iklan. Bahwa cantik itu harus putih, kulit sehat itu harus putih, begitulah doktrin definisi kecantikan.</p>
<p>Secara tidak langsung para remaja dikondisikan untuk mengkonsumsi barang-barang tersebut, sehingga mereka secara tidak sadar terjebak pada budaya konsumtifisme. <em>(</em><em>Yulinda R. Yoshoawini</em><em>/jurnalis ekspresi)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekspresionline.com/2012/05/04/kebutuhan-remaja-pengaruh-perilaku-konsumtif-hedoniskorupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TANDA TANYA DI KEPALA SRIKANDI</title>
		<link>http://ekspresionline.com/2012/05/04/tanda-tanya-di-kepala-srikandi/</link>
		<comments>http://ekspresionline.com/2012/05/04/tanda-tanya-di-kepala-srikandi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 11:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Rakhma Novitasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ekspresionline.com/?p=1604</guid>
		<description><![CDATA[Tweet“Mengapa begini mengapa begitu?” tanya Srikandi dalam hati. Pertanyaan itu muncul ketika Srikandi memegang kain pel dan tengah menggosok lantai rumahnya, dengan ditemani ember berisi cairan pel. Sementara, Sang Ayah sedang asyik masyuk dengan koran di tangannya, sambil duduk di kursi santai. Sang Ibu dengan setia menyuguhkan kopi untuk Bapak di atas meja.   “Namaku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://twitter.com/share?url=http://ekspresionline.com/2012/05/04/tanda-tanya-di-kepala-srikandi/&via=ekspresionline&text=TANDA TANYA DI KEPALA SRIKANDI&related=ekspresionline:kimcil holic&lang=en&count=vertical" class="twitter-share-button">Tweet</a><script type="text/javascript" src="http://platform.twitter.com/widgets.js"></script></div><p><em>“Mengapa begini mengapa begitu</em><em>?</em><em>” tanya Srikandi dalam hati. Pertanyaan itu muncul ketika Srikandi memegang kain pel dan tengah menggosok lantai rumahnya, dengan ditemani ember berisi cairan pel. Sementara, </em><em>S</em><em>ang </em><em>A</em><em>yah sedang asyik masyuk dengan koran di tangannya, sambil duduk di kursi santai. Sang </em><em>I</em><em>bu dengan setia menyuguhkan kopi untuk </em><em>B</em><em>apak di atas meja. </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>“Namaku Srikandi Sekar Arum,” begitulah dia memperkenalkan dirinya. Srikandi, gadis manis yang duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD), begitu kritis dan responsif dengan perbedaan laki-laki dan perempuan. “Apa yang salah, ketika perempuan pergi ke kantor dan laki-laki menjahit pakaian?” Srikandi kembali bertanya. “Bapak selalu melarangku main bola, karena aku anak perempuan, padahal aku begitu suka bola,” tutur Srikandi. “Kenapa Mas Bimo boleh dan kenapa aku tidak boleh?” lanjut Srikandi. Bungsu dari dua bersaudara ini, juga mengaku kurang setuju dengan perbedaan perlakuan orangtuanya terhadap dirinya dan Bimo, kakaknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Srikandi berkisah, bahwa suatu kali ibu pernah bilang, kalau anak perempuan itu harus sering berada di rumah, membantu pekerjaan rumah. Ibu seringkali memintanya menyetrika pakaian, membantu memasak, dan membersihkan rumah. Sementara Mas Bimo boleh bermain sepuasnya. Padahal, Mas Bimo yang lebih sering membuat rumah kotor, tapi hanya Srikandi yang diminta membersihkan. “Harusnya Mas Bimo juga ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah,” protes Srikandi, yang lagi-lagi cuma terlontar di dalam hati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku ingin tahu, bagaimana rasa hati ayam goreng,” ucap gadis berusia 10 tahun ini. Akan tetapi Srikandi hanya dapat menelan ludah, karena ibu malah memberikan hati ayam goreng itu pada Mas Bimo, dengan alasan karena Mas Bimo anak laki-laki, jadi membutuhkan tenaga yang lebih besar ketimbang dirinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Srikandi berujar, bahwa suatu hari nanti dia ingin menjadi arsitek. Dia mempunyai obsesi yang begitu besar untuk mewujudkan cita-citanya itu. “Aku suka menggambar dan aku pernah mendesain sebuah bangunan. Aku tidak bohong lho. Bapak pernah memintaku membuat sketsa gambar kandang untuk merpati-merpatiku. Dan setelah gambarku jadi, bapak membuat kandang merpati, seperti yang kugambar,” kenang Srikandi dengan wajah sumringah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Suatu hari nanti aku akan jadi seorang arsitek. Walaupun aku anak perempuan, aku tidak peduli, aku akan belajar untuk menjadi seorang arsitek,” tekad Srikandi, menutup cerita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sepenggal ilustrasi di atas, merupakan cuplikan film yang berbasis kesetaraan gender. Film dokumenter yang berdurasi 15 menit ini, diputar dalam acara diskusi pendidikan. Tema yang diangkat  tentang, “Sejauh Mana Peran Kesetaraan Gender Dalam Pendidikan?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan diskusi ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan  (BEM FIP), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Anak Usia Dini dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PG PAUD &amp; PGSD) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Diskusi ini berlokasi di Pendopo Unit Pelayanan Pendidikan (UPP) 2 (Kampus Bantul). Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 25 April 2012, pukul 13.30-15.30 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam acara ini, BEM FIP sebagai pihak yang menyelenggarakan hajatan, menghadirkan Titik Iswayatun Khasanah, sebagai pembicara. Sebagai pembicara, Titik, yang merupakan alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, mendedah kesetaraan gender dari segi sifat dan peran. Kegiatan diawali dengan sambutan dari ketua BEM FIP UNY, Yudan Hermawan. Berikutnya, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diteruskan dengan sesi diskusi. Mahasiswa yang menjadi sasaran kegiatan ini, sangat antusias. Hal ini tampak dari jumlah peserta yang lumayan banyak dan partisipasi peserta dalam sesi diskusi yang cukup aktif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Siti Zulaikha, selaku ketua panitia acara ini mengungkapkan bahwa tujuan utama penyelenggaraan acara ini, dimaksudkan untuk memperingati Hari Kartini. Lebih lanjut lagi, mahasiswa semester 6 ini mengatakan, tujuan lain dari acara ini dalam rangka menindak lanjuti perjuangan Kartini dan mengingat perjuangan beliau. Selain itu, mahasiswa Program Studi PG PAUD ini, juga menambahkan bahwa sejatinya Kartini itu identik dengan gender.  “Kegiatan ini diharapkan mampu membuka pikiran teman-teman mengenai pentingnya menghargai wanita dan makna dari kesetaraan gender itu sendiri,” ujar Siti Zulaikha, di akhir acara. <em>(</em><em>Yulinda R. Yoshoawini</em><em>/jurnalis ekspresi)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ekspresionline.com/2012/05/04/tanda-tanya-di-kepala-srikandi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

