Menu Anggota

Masuk Portal

Andrea Hirata di Atas Tikar Pandan

Andrea Hirata di Atas Tikar Pandan

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

User Rating: / 0
PoorBest 

Ruangan persegi berlantai kayu itu dilapisi tikar pandan. Tapi warna pandannya tak tampak lagi, karena tertutup manusia yang duduk di atasnya. Sebagian lagi duduk di kursi, dan sedikit lebih banyak berdiri. Setiap ada pertanyaan lengan mereka terentang ke atas, sontak bersamaan, nyaris semua. Inilah “kelas malam” yang diampu guru bertitel sarjana ekonomi lulusan Sorbonne namun lebih dikenal sebagai penulis. Penulis yang bercita-cita jadi guru SD: Andrea Hirata.

Kemarin malam, Andrea Hirata datang ke Toko Buku Togamas di jalan Affandi, Yogyakarta, dalam rangka promosi buku barunya, Dwilogi Padang Bulan. Acara ini cuma satu jam, dimulai pukul tujuh. Selama itu ia bahkan tidak duduk. Ini bukanlah diskusi buku yang rigid, lebih-lebih ke anjangsono antara Andrea dan penggilanya. Makanya, café Djendelo di lantai dua toko buku itu begitu sesak.

Andrea, selain diberondongi pertanyaan, juga mencurahkan isi hatinya. « saya sedang malas nulis » katanya. Ia sedang kesal setengah mati karena bukunya ini begitu cepat cetaknya. Maksudnya, versi bajakannya. « baru tiga hari terbit (aslinya), bajakannya sudah keluar , » inilah penyebab Andrea malas menulis.

Tak cuma tanya-jawab, Andrea bahkan memantik tertawa. Ia mengajak hadirin membaca puisi, membaca petikan bukunya diiringi lagu rap, hingga mengucapkan selamat bersama-sama untuk keponakannya yang baru wisuda. “Sekarang Andrea Hirata beda. Dua tahun lalu saat saya ketemu di Malang, Andrea masih kaku,” cerita seorang penanya yang alih-alih bertanya malah bercerita.

Usai hamburan hadiah buku, koleksi topi pribadinya, dan kaus, andrea buru-buru ditarik panitia untuk menyudahi semuanya. Hamparan orang-orang di atas tikar pandan berubah jadi antrian yang mengular. Antri minta tanda tangan pria ikal ini dibubuhkan di atas buku koleksi masing-masing. Di antara denting gelas yang jatuh dan jeritan perempuan yang kakinya terinjak, massa di ruangan itu larut dalam euforia kegembiraan. Bersalaman dengan penulis favorit, euy!

Comments
Add New Search
c.ronaldo7   |2010-07-25 13:31:52
like this. aku tahu kenapa bisa gak ada fotonya...
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Yang Online

We have 1 guest online

Cari

Jejak Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini37
mod_vvisit_counterKemarin30
mod_vvisit_counterMinggu ini37
mod_vvisit_counterMinggu lalu271
mod_vvisit_counterBulan ini181
mod_vvisit_counterBulan lalu1362
mod_vvisit_counterSemua18261

Online (20 minutes ago): 3
No. 38.107.191.115
,
No