Last Updated (Sunday, 23 May 2010 14:01) Written by Dindadari Arum Jati Sunday, 23 May 2010 13:40

Prof. Arysio Santos, Ph.D secara tegas menyatakan bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia dalam buku yang berjudul “Atlantis The Lost Continents Finally Found”.
Benua dengan peradaban yang tinggi serta alam yang sangat kaya yang kemudian hilang ke dasar laut akibat kesombongan para penduduknya tersebut pernah di ceritakan Plato 2500 tahun yang lalu dalam bukunya yang ditulis pada tahun 347 SM yang berisi tentang perbincangan muridnya, Timaes dan Critias. Namun cerita tersebut dari masa ke masa hanya dijadikan dongeng belaka.
Kini Prof. Arysio Santos, Ph.D membuktikan keberadaan Atlantis benar adanya, dan berada di Indonesia. Secara jelas dipaparkan bahwa secara geologis dan penghitungan fisika nuklir serta pendekatan kajian Etnolinguistik, tafsir Kitab Suci, Arkeologis, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Comparative Mythology dan Filosofis, Atlantis adalah Indonesia.
Prof Arysio Santos, Ph.D menyatakan sudah meneliti keberadaan Atlantis tersebut kurang lebih selama 30 tahun. Bukunya (“Atlantis The Lost Continents Finally Found”) itu sendiri ter-link ke 400 situs di Internet, dan websitenya selama ini telah dikunjungi sebanyak 2.500.000 visitors. Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan Indonesia secara efektif ke dunia luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen pun dari Pemerintah Republik Indonesia.
Di dalam buku Prof. Arysio Santos, Ph.D banyak perbandingan antara teori Plato dalam bukunya Timaeus dan Criteas dengan sejarah dan bukti yang telah beliau temukan, seperti halnya ukuran waktu yang diberikan Plato saat Atlantis tenggelam adalan sekitar 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat.
Menurut Plato dalam bukunya Timaeus dan Critias, pada zaman es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya. Menurut Prof Arysio Santos, Ph.D, hanya Indonesialah yang sekaya ini. Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika.
Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India melalui tradisi-tradisi suci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam tersebut.
Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua Atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia. Terlepas dari benar atau tidak teori yang dikemukakan Profesor Santos, sejauh ini teorinya mampu menarik perhatian orang-orang luar negeri ke Indonesia. Namun teori tersebut telah disusun dan dikaji dengan argumen dan hujjah yang cukup jelas.






![]() | Hari ini | 19 |
![]() | Kemarin | 30 |
![]() | Minggu ini | 19 |
![]() | Minggu lalu | 271 |
![]() | Bulan ini | 163 |
![]() | Bulan lalu | 1362 |
![]() | Semua | 18243 |