Last Updated (Saturday, 19 June 2010 11:13) Written by Mutayasaroh Friday, 18 June 2010 16:54

Tak seperti biasanya, lahan-lahan kosong yang terlihat diseputaran kampus UNY begitu ramai. Lahan-lahan tersebut beberapa hari ini dipenuhi dengan berbagai macam kendaraan bermotor, dari yang beroda dua hingga beroda empat. Ya, lahan kosong tersebut rupanya telah beralih fungsi menjadi lahan parkir bagi peserta SNMPTN.
Salah satu lahan parkir dadakan tersebut, berada di seputar Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yang terletak di belakang Museum Pendidikan Indonesia. Lahan kosong tersebut, pada hari Rabu (16/6) dipadati oleh kendaraan bermotor yang dijaga oleh dua hingga tiga orang penjaga parkir. Hal yang menjadi masalah adalah, adanya pungutan liar yang harus dibayar oleh peserta SNMPTN untuk jasa penjaga parkir tersebut.
Orang-orang yang menjadi penjaga parkir, rupanya adalah karyawan UNY. Hal ini diungkapkan oleh Untung Budi Rejo yang berkata, “Sebenarnya nggak boleh, tapi karena sudah di luar jam kerja dan yang masuk orang luar jadi dimintai nggak apa-apa. Mereka kan karyawan sini yang sudah selesai jam kerjanya,” ungkap satpam FIP tersebut. Wantaya, yang juga satpam FIP mengungkapkan bahwa kebijakan membuka lahan parkir tesebut berasal dari pusat (pihak universitas, red), karena mereka yang memegang kunci di setiap pintu gerbang UNY. Dia juga mengatakan bahwa orang-orang yang menjadi tukang parkir adalah warga Kampung Karangmalang.Adanya pungli parkir tersebut, rupanya memberikan kesan bahwa UNY belum dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat luar. Seperti yang diungkapkan oleh pengantar peserta SNMPTN, bahwa adanya SNMPTN tentunya telah dibiayai keseluruhan penyelenggaraannya oleh negara termasuk biaya parkir.






![]() | Hari ini | 10 |
![]() | Kemarin | 30 |
![]() | Minggu ini | 10 |
![]() | Minggu lalu | 271 |
![]() | Bulan ini | 154 |
![]() | Bulan lalu | 1362 |
![]() | Semua | 18234 |