Online! Geliat Manusia dalam Semesta Maya

Rp40,000.00

Buku ini bukan bagian dari sikap meraya-rayakan kehadiran dunia virtual atau yang lazim disebut “Cyberspace”, juga bukan bagian dari demonstrasi sikap resisten terhadapnya, melainkan upaya kritis untuk memahaminya melalui refleksi atas pengalaman dan pengamatan. Meskipun baru upaya awal, catatan-catatan kritis-reflektif yang disajikan dalam buku ini membantu kita untuk menghindari kedua sikap ekstrem tersebut.

Budiawan
Dosen Kajian Budaya dan Media
Sekolah Pascasarjana UGM

Internet tidak hanya sekedar capaian teknologi semata. Internet semestinya diletakkan sebagai pintu masuk untuk melihat bagaimana perubahan di tengah masyarakat itu terjadi; bahkan dalam beberapa kasus, perubahan itu terjadi dengan cukup ekstrem, yakni perubahan akan harapan dan impian manusia.

 

Sekarang dengan kehadiran internet tersedia beragam alternatif dalam menggali informasi. Media tradisional, yang menawarkan komunikasi satu arah, bahkan tak lagi menjadi pilihan utama anak muda. Anak-anak muda lebih banyak mencari informasi dari keriuhan obrolan secara virtual, baik melalui status di dinding Facebook, kicauan di Twitter, imej di Instagram dan media sosial lainnya. Kalaupun informasi itu berasal dari media tradisional, ada diskursus yang cukup intens dengan pembaca melalui edisi onlinenya. Jika tidak ada edisi online, maka sebuah komentar menjadi catatan panjang yang dikupas melalui blog dan disebar kembali di media sosial.

 

Ada tiga hal yang bisa diambil dari intisari dari semua esai dalam buku ini. Pertama, telah terjadi perubahan bentuk dan wujud dalam komunikasi maupun interaksi dan struktur antara entitas yang terlibat. Contoh sederhana yang bisa menggambarkan perubahan ini adalah teks sebagai medium interaksi. Perkembangan teknologi yang memediasi komunikasi tidak hanya memberikan pengaruh pada keberagaman teknis media komunikasi semata namun memberikan perbedaan dan atau perkembangan pasa teks komunikasi itu sendiri.

 

Meski entitas yang terkoneksi di internet berasal dari dunia nyata dan memiliki perbedaan setidaknya dalam hal demografis, akan tetapi interaksi di dunia maya menghapuskan struktur dan mengaburkan label-label formal. Bahkan, dalam taraf tertentu, interaksi virtual itu memunculkan budaya baru; termasuk di dalamnya adanya bahasa baru.

 

Kedua, terjadinya pergeseran perspektif. Internet memberikan saluran bagi orang-orang muda untuk mengekspresikan sekaligus meneguhkan identitas dan menyuarakan dirinya. Saluran informasi yang dulu dikuasai oleh media massa kini perannya menjadi bersaing. Bahkan, bisa dikatakan didahului oleh munculnya saluran-saluran baru di dunia maya.

 

Facebook dan Twitter misalnya, adalah media sosial yang bisa dirujuk untuk melihat bagaimana saluran ini banyak digunakan oleh orang-orang muda dalam melihat sebuah peristiwa sosial, pendidikan, hingga politik. Kaum muda tidak hanya sekadar menjadi penyambung lidah, melainkan juga mengambil peran penting dalam aksi-aksi lanjutan dari online ke offline terhadap sebuah gejala di dunia nyata.

 

Ketiga, batasan menjadi lebih kabur dan dalam tahap tertentu menjadi hilang. Bahwa selama ini, subyek hanya memiliki ruang gerak terbatas, karakter cenderung menjadi seragam, hingga ruang-runag sosial yang telah disediakan. Kehadiran teknologi dan internet membawa perubahan yang cukup serius dalam mendobrak batasan-batasan maupun keseragaman yang selama ini dianggap membelenggu.

 

Untuk pemesanan, silahkan hubungi 085740599145 (Triana Yuniasari) atau klik tombol di bawah ini.

Category: Tags: , , , , , , ,

Additional information

Judul

Online! Geliat Manusia dalam Semesta Maya

Penerbit

EKSPRESI Buku

Penulis

Nur Janti, dkk.

Tebal

xxii+224 Halaman

Terbit

September 2014

ISBN

978-602-70643-0-0