Home » Tag Archives: puisi

Tag Archives: puisi

Kerinduan Anakmu, Sayang

  Wajahmu memang tak asing, sayang. Ketika paku menjatuhkan runcingnya untukmu, sebuah pilihan. Yang terjadi hanya beribu berita pencintraan, demi kemenangan. Kemudian datanglah berbagai cerita Berbagai peristiwa Juga serangkaian pertikaian kata-kata. Sekali lagi Demi kemenangan sayang. Demi mewakilimu di kancah kepemimpinan. Demi itu pula rela memecah belah anak-anakmu, sayang. Wajah bertopeng mulai berkeliara. Mengelabui anak-anakmu yang masih awam. Hingga mereka …

Read More »

Ketika Kita Pulang Melawan Lupa

Judul: Demi Damai Penulis: Zubaidah Djohar dan Andy Yentriyani Cetakan Pertama: 2015 Penerbit: Jalasutra Tebal: 328 Halaman Menurutmu, perbedaan itu laknat? Konflik itu petaka? Tidak Berbeda menjadi laknat, ketika Kita sibuk menyeragamkan manusia Konflik menjadi petaka, ketika Kita menawarnya dengan darah dan kematian (Bila berani, ~Dalam Zikir Duka~) Sepenggal bait dari puisi berjudul “Bila Berani” karya Zubaidah Djohar di atas …

Read More »

Perayaan (Seolah Dicap) Sastrawan Dwi Raharyoso

Selesai membedah buku Antologi Puisi dan Cerpen dari Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) “Buku Nasib”, Rabu (28/10), Dwi Raharyoso menyempatkan berbincang dengan repoter EKSPRESI. Di Pendapa Tedjakusuma, lulusan S2 Ilmu Sastra UGM ini membagikan pandangan mengenai puisi masa kini. Berikut petikan wawancaranya. Apa yang sebenarnya menjadi persoalan mendasar dalam puisi masa kini? Berbicara mengenai puisi, persoalan mendasarnya adalah kembali kepada …

Read More »

Sumpah Pemuda itu Puisi

Soempah Pemoeda Pertama:Kami poetra dan poetri Indonesia, Mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedua: kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia,  mendjoendjoeng bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Djakarta, 28 Oktober 1928 Kalimat sakral tersebut, jika kita cermati, memang sedikit banyak mirip puisi. Dan ternyata, bait-bait sumpah pemuda itu memanglah sebuah …

Read More »

Kesalahan

Merenung adalah kesalahan, kata Johanna Mesti berlumpur, turun ke jalan. Seperti tak berpengetahuan bila nangkup di pikiran Obrolan menguap. Nggantung, menjajakan harapan Bagaimana kau mengartikan hujan Keburu lari, basahnya tak kau sentuh sama sekali?   Di samping malam. Angin-angin nampak Menggigil geli atas sentuhan Kau ucap tak berarti?   Kadang, Johanna Aku tak peduli pada apa-apa yang membelai Pinggiran cukup …

Read More »