Home » Tag Archives: Resensi

Tag Archives: Resensi

Sungguh, Perang Tidak Menguntungkan Siapa pun

Ekspresionline.com — Isao Takahata, salah satu pendiri studio animasi paling tenar di Jepang, Studio Ghibli, mengembuskan napas terakhir di rumah sakit Tokyo, Jumat 6 April. Takahata meninggal di usianya yang ke-82. Dilansir dari kotaku.com, kondisi kesehatan jantung Takahata memang mulai menurun sejak beberapa tahun terakhir. Kabar tentang kepergiannya tentu bikin mewek penggemar serial Ghibli di seluruh dunia. Isao Takahata dilahirkan di Perfektur …

Read More »

Harian Indonesia Raya, Sebuah Pers Pembangkang

Judul : Indonesia Raya Dibredel Penulis : Ignatius Hariyanto Penerbit : LKIS Yogyakarta Tahun : 2006 Jumlah Halaman : 327 Halaman Soekarno pernah mengatakan “Saya dengan tegas menyatakan bahwa dalam suatu revolusi tidak boleh ada kebebasan pers. Hanya pers yang mendukung revolusi yang dibolehkan hidup.” (hal. 9). Pembredelan demi pembredelan surat kabar dilakukan penguasa pada masa Orde Lama dan Orde …

Read More »

Menyikapi Kebenaran yang Beragam dan Bertebaran

Identitas Buku Judul : Bilangan Fu Penulis : Ayu Utami Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) Jumlah Halaman : x + 537 hlm Tahun Terbit : 2008 Kota Terbit : Jakarta Sembilan bulan lamanya Ayu Utami mengandung buah pikirnya dengan diberi asupan nutrisi riset, penelitian, observasi sana-sini juga bubuhan liar imajinya hingga berhasil melahirkan Bilangan Fu. Isi novel ini cukup sulit ditebak hanya dengan …

Read More »

Empat Piring di Hari Minggu Keluarga Laut

Judul : Laut Bercerita Penulis : Leila S. Chudori Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) Cetak : Cetakan I, Oktober 2017 Tebal : 379 halaman, 13,5×20 cm ISBN : 9786024246945 Minggu menjadi sebuah ritual bagi keluarga Laut. Kepulan asap beraroma rempah-rempah dari dapur menguar. Meja makan yang ditata untuk empat orang. Tak lupa pula lagu klasik, seperti lagu-lagu The Beatles melantun sebagai …

Read More »

Whiplash: Keterasingan Seorang Drumer yang Ambisius

Andrew Neiman datang ke sekolah musik paling prestisus di New York, Shaffer Conversatory, dengan semangat menjadi drumer. Tentunya bukan drumer biasa, tetapi seorang drumer musik jaz yang berteknik. Refrensinya tak main-main, Budy Rich dan Jo Jones. Wajah kedua drumer jaz kawakan itu menempel di dinding kamarnya. Di salah satu poster terdapat kutipan dari Budy Rich “Jika kau tidak punya keahlian, kau akan bermain di band rok.” Selain menyindir …

Read More »