Home » Berita » PKL Keberatan untuk Pindah

PKL Keberatan untuk Pindah

Para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di muka Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNY, diperintahkan untuk pindah. Perintah tersebut diberitahukan lewat surat pemberitahuan yang ditandatangani  Sujariah M.Pd kepala BAUK UNY, bertanggal 18 Maret 2011.

Lewat surat itu, para pedagang diberi waktu untuk pindah terhitung dari tanggal 18 hingga 27 maret 2011. Karena merasa tidak pernah diajak berunding sebelumnya, pedagang merasa keberatan.

“Saya baru mendapatkan surat pemberitahuan ini tanggal 23 Maret kemarin. Kita pun tidak diajak ngomong-ngomong dulu. Mendadak,” tegas Felix pemilik angkringan di depan FISE. Bahkan pengecer bensin di perempatan karangmalang mengaku tidak tahu soal surat tersebut.

Pengurus kampung yang menurut surat tersebut mendapat tembusan juga tidak tahu-menahu akan hal tersebut. “Saya belum mendapatkan surat itu,” terang Kepala Dukuh Mrican.

Hal yang sama juga terjadi pada Kepala Dukuh Karangmalang. “Saya juga tidak mendapatkan surat itu, padahal jika ada apa-apa kita diajak rembukan dulu,” pungkas Kepala Dukuh Karangmalang.

Rektorat ingkar janji?

Rektorat UNY dinilai ingkar janji tentang penyediaan tempat relokasi PKL ke sepanjang jalan di utara perempatan karang malang, dengan memundurkan pagar UNY antara 1 sampai 1,5 meter. Hingga berita ini ditulis, belum tampak persiapan pembangunan apapun.

“Dulu sekitar akhir 2010, November-Desember, kita rembukan dengan pihak rektorat. Yang menawarkan tempat (adalah) UNY sendiri dan hadir (pula) Pak Tris (PR II UNY), PR III, dan Pak Gunawan (pegawai bagian Kerumahtanggaan) serta Dukuh Mrican,” tegas Kepala Dukuh Karangmalang.

Kepala Dukuh Mrican pun mengamini apa yang diungkapkan Kepala Dukuh Karangmalang, bahwa memang pernah terjadi pertemuan untuk membahas tempat relokasi tersebut.

Saat hendak dikonfirmasi (25/3), Rektor sedang berada di luar negeri. Sementara PR II dan Kepala BAUK masih berada di Aceh. Menurut hasil wawancara Tim Advokasi LPM EKSPRESI dengan Kepala BAUK lewat telepon, peringatan pindah tersebut dimaksudkan untuk keamanan, ketertiban dan kerapian.

Sebaliknya, Rektor UNY membantah adanya surat tersebut. “Surat pemberitahuan ini di luar sepengetahuan saya, sepihak (dilakukan oleh) Kerumahtanggaan dan saya minta maaf. Jika bawahan saya bekerjanya tidak sesuai prosedur saya pun tidak akan membela,” tegasnya.

Rektor UNY pun berjanji segera merealisasikan tempat relokasi tersebut dan melengkapinya dengan lampu serta keran air. “Sekitar satu-dua bulan lagi tempat relokasi ini akan dibangun. Setelah selesai, pembagian lapak serta jika ada tarif akan diadakan dialog lagi,” tutupnya. (Efendi Ari Wibowo)

Check Also

Mega-Mega Malang: Refleksi Atas Realitas

Pementasan teater Mega-Mega oleh ahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang, di Stage Tari, FBS. …