Home » Berita » Kantin Kejujuran FMIPA Ilegal

Kantin Kejujuran FMIPA Ilegal

Terletak di sebelah utara ruang D.07.107 gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNY, sebagian besar mahasiswa FMIPA menamakan kumpulan kotak makanan sebagai kantin kejujuran. “Kita menyebutnya kantin kejujuran, soalnya kita kan ngambil sendiri, bayar sendiri, kalau ada kembalian juga ngambil sendiri,” ujar Mutiah, mahasiswa FMIPA. Mutiah juga mengaku dengan adanya kantin kejujuran sangat menguntungkan bagi mahasiswa. “Ya sangat menguntungkan, apalagi mahasiswa yang tidak sempat sarapan,” ujarnya.

Puri selaku mahasiswa FMIPA sekaligus pemilik dari salah satu kotak makanan yang ada di kantin kejujuran mengamini bahwasannya keberadaan kantin kejujuran sangat menguntungkan. “Ya menguntungkan. Jadi awalnya itu aku sering kelaparan kalau diatas (lantai II gedung FMIPA-red) dan kalau mau turun males, lalu aku mencoba mengatasi permasalahan itu dengan berjualan di atas, penghasilannya juga bisa dijadikan tambahan buat jajan,”terangnya.

Akan tetapi, dilihat dari sisi fungsi kampus, keberadaan kantik kejujuran sangat mengganggu. Hal ini dibenarkan oleh Mutiah, mahasisiwa Pendidikan Fisika 2009. “Kalau mengganggu mungkin dimasalah tempatnya. Kalau dibiarkan berjajar di pinggir teras kan pemandangannya jadi jelek,” katanya.

Pembantu Dekan II FMIPA UNY, Dr. drh. Heru Nurcahyo, M.Kes juga menegaskan bahwa keberadaan kantin kejujuran sangat mengganggu apalagi jika dilihat dari fungsi kampus itu sendiri. “Kalau dilihat dari sisi fungsi kampus itu sendiri sebetulnya mengganggu, ada kekotoran yang ditimbulkan, penampilan menjadi tidak nyaman,” jelasnya. PD II pun menambahkan, keberadaan kantik kejujuran telah melanggar dan menyalahi aturan yang ada di FMIPA. “Keberadannya itu tidak benar. Kita tidak tahu siapa pemiliknya, tidak pernah ada yang ngomong, tidak pernah izin, istilahnya tidak bertuan. Ya mestinya kan minta izin ke yang punya fakultas, Dekan, PD II atau Umper,” tegasnyanya.

“Pengennya sih dikelola oleh fakultas. Jadi, biar ada izin dan tidak ilegal gitu,” ungkap Puri mengenai harapannya akan keberadaan kantin kejujuran. Mutiah juga membenarkan bahwasannya keberadaan kantin kejujuran diperlukan adanya pengelolaan. “Pihak dekanat harusnya membentuk koperasi kantin kejujuran agar tidak semrawut,” katanya.

Dr. drh. Heru Nurcahyo, M.Kes mengatakan bahwa semua ruangan sudah ada master plan nya dan tidak mungkin dibuatkan bangunan khusus untuk kantin kejujuran. “Tidak mungkin dibuatkan kantin kejujuran. Jadi, pihak fakultas hanya bisa menyediakan meja dan kursi. Itu saja kita sudah baikan, kalau tidak sudah saya suruh pergi,” tegasnya(Rista R. Cahayaningrum)

Check Also

Mega-Mega Malang: Refleksi Atas Realitas

Pementasan teater Mega-Mega oleh ahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang, di Stage Tari, FBS. …