Home » Berita » Haul Pram Dilarang di UNY
Poster lomba menulis esai yang termasuk dalam serangkaian acara Haul Pramodya Ananta Toer | Dok. Istimewa

Haul Pram Dilarang di UNY

Ekspresionline.com – Peringatan Haul (hari kematian –red.) Pramoedya Ananta Toer oleh Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia (KMSI) Fakultas Bahasa dan Seni UNY dibatalkan, Rabu (6/5/15). Acara yang diproyeksikan terselenggara Sabtu, (9/5/15) tidak disetujui oleh pihak jurusan melalui Kaprodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Prof. Dr. Suhardi, M.Pd.

Poster lomba menulis esai yang termasuk dalam serangkaian acara Haul Pramodya Ananta Toer | Dok. Istimewa
Poster lomba menulis esai yang termasuk dalam serangkaian acara Haul Pramodya Ananta Toer | Dok. Istimewa

Menurut Fanny Arief Prasetya selaku Kepala Suku/Ketua KMSI, tindakan Suhardi tidak jelas dan tak berdasar. “Sebelumnya belum ada larangan,” jelas Fanny. Surat izin serta proposal acara sudah masuk ke dekanat FBS jauh sebelum Suhardi melarang acara tersebut. Namun, tiga hari sebelum acara puncak terselenggara, Suhardi melarang secara sepihak. “Sebelumnya adem ayem saja,” tandas Fanny.

Walaupun Fanny belum tahu pasti mengapa pihak jurusan melarang acara KMSI, Fanny beranggapan pihak jurusan menggunakan latar belakang kehidupan Pram sebagai dalih pelarangan acara. “Mungkin dia (Suhardi –red.) menganggap acara tersebut akan mengenalkan paham dan ideologi Pram,” kata Fanny. Fanny juga menambahkan, pihak jurusan mungkin takut jika orasi sastra menyinggung Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) dan akan membangkitkan ideologi kiri. “Saya berasumsi karena belum ada keterangan yang jelas dari pihak terkait,” tandas Fanny.

Fanny sangat menyayangkan tindakan pihak Jurusan, menurutnya, tindakan tersebut tak mempunyai dasar kuat dan membelenggu kreatifitas mahasiswa. “Ini bentuk pematian kreativitas mahasiswa,” jelas Fanny. Pun ketika dikaitkan dengan kehidupan Pram, menurut Funy sangat tidak relevan. “Pram sastrawan besar dan dunia mengakuinya,” tambah Fanny.

Fata Yusro, mahasiswa Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan menanggapi tindakan represif Kaprodi Sasindo, menurutnya, tindakan tersebut akan menutup ruang gerak mahasiswa dalam beraktivitas. “Sudah tidak jamanya lagi ada larang melarang,” jelas Fata.

Prasetyo Wibowo

Check Also

Darmaning Sang Kacanegara: Potret Pemimpin Bangsa

Darmaning Sang Kacanegara, sebuah repertoar yang dihadirkan oleh rekan-rekan Unit Kegiatan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa  Seni …