Home » Berita » Buku Komunis Dilarang Beredar di Mocosik Festival

Buku Komunis Dilarang Beredar di Mocosik Festival

Salah satu instalasi yang terpasang di Mocosik Festival. Foto oleh Ardi/EKSPRESI.

Ekspresionline.com–Beberapa hari sebelum penyelenggaraan, beredar foto nota kesepemahaman atau memorandum of understanding (MoU) peserta bazar buku Mocosik Festival di media sosial. MoU tersebut menuliskan bahwa para peserta bazar mewakili penerbit, menyatakan kesediaannya untuk tidak membawa, menjual, mengedarkan, memajang buku atau segala bentuk muatan buku baik produk audio maupun visual yang bertemakan SARA dan komunis.

Saat dikonfirmasi pada Jumat (20/4) di Jogja Expo Center (JEC), Project Director Mocosik Festival, Bakkar Wibowo, membenarkan keberadaan MoU tersebut. Ia menyatakan jika MoU itu merupakan bagian dari persoalan perizinan penyelenggaraan acara. “Ini hanya persoalan perizinan. Sebuah acara kan ada izinnya kan, yang memberi izin itu siapa? Polisi kan?” ungkapnya.

Bakkar menambahkan bahwa, pihaknya tidak tahu indikator dan klasifikasi buku yang dimaksud. “Kita hanya menginfokan kepada teman-teman (peserta bazar,Red.), dalam perizinan ada aturan seperti ini, silakan diikuti saja.” Menurut Bakkar, tidak ada komplain dari peserta bazar terkait adanya pembatasan konten buku seperti di MoU. Mocosik diikuti oleh sekitar seratus pelaku buku yang menempati stan-stan yang disediakan.

Sementara itu, Reko Pambudi, salah satu peserta bazar dari Toko Buku Lawasan, mengatakan jika dirinya hanya mengikuti aturan saja. “Pihak Rajawali (penyelenggara acara, -Red.) mengatakan enggak boleh, ya oke kita ikuti,” katanya. Mocosik Festival berlangsung dari tanggal 20, 21, 22 April 2018 di JEC. Acara ini merupakan pameran buku yang juga berisi serangkaian acara diskusi dan konser musik.

Ahmad Yasin

Editor: Rimbawana

Check Also

Si Pembunuh Penyuka Bollywood

Judul: Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu Tahun terbit: Juni 2017 Penulis: Mahfud Ikhwan Penerbit: …