Home » Berita » Project Manager Pembangunan NYIA Dilaporkan ke Polisi

Project Manager Pembangunan NYIA Dilaporkan ke Polisi

Eskavator meruntuhkan salah satu rumah warga yang telah dikosongkan pada Selasa (5/12). Foto oleh Khansa/EKSPRESI.

Ekspresionline.com – Sujiastono, Project Manager Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT Angkasa Pura (AP) I, pada Jumat (20/04) dilaporkan ke Polda DIY atas dugaan perusakan barang serta rumah warga Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kulon Progo, pada 27 November 2017 lalu. Pelapor adalah warga Desa Palihan yakni Yuyun Krisna Windarmanto dan Fajar Ahmad. Keduanya tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran – Kulon Progo (PWPP – KP).

Yuyun dan Fajar melaporkan Sujiastono karena diduga telah melakukan perusakan serta memberi komando atas perusakan rumah warga pada 27 Desember lalu. Mereka juga turut serta membawa barang-barang yang diduga digunakan untuk melakukan tindak perusakan, antara lain kayu yang panjangnya sekitar dua meter dan tongkat penyongkel yang digunakan untuk merusak pintu rumah. Selain itu, Fajar juga membawa bekas meteran di rumahnya yang dicongkel paksa oleh PLN pada 27 November lalu. “Saya berharap, pihak terlapor bisa dihukum setimpal dengan aturan yang berlaku,” terang Fajar.

Dalam pelaporan Jumat pagi itu, mereka juga ditemani seorang penasehat hukum, Teguh Purnomo. Kata Teguh, selain barang bukti yang disebutkan tadi, pihaknya juga telah membawa beberapa rekaman video yang nantinya bisa memperkuat dugaan pelanggaran yang dilakukan Sujiastono. Teguh berpendapat bahwa pada saat kejadian tanggal 27 November 2017 lalu, proses pembebasan lahan masih berjalan sehingga tidak boleh terjadi pengosongan lahan sacara paksa.

Dugaan yang ditujukan kepada Sujiastono makin kuat ketika mereka membawa dokumen laporan resmi dari Ombudsman RI. Dalam dokumen itu telah terhimpun keterangan data-data yang menunjukkan bahwa telah terjadi pengosongan lahan secara paksa. Keterangan lain dalam dokumen Ombudsman RI tersebut menyebutkan, Sujiastono mengakui bahwa pencongkelan dan perusakan rumah itu adalah bagian dari shock therapy.

A. S. Rimbawana

Editor: Ikhsan Abdul

Check Also

Untuk Kesekian Kali, AP I dan Aparat Kembali Berupaya Membersihkan Lahan

Ratusan aparat kepolisian kembali dikerahkan dalam kegiatan land clearing (pembersihan lahan) di Kecamatan Temon, Kulon …