Home » ekspresionline (page 4)

ekspresionline

Simulakra Kepemimpinan Mahasiswa

Oleh Rony K. Pratama (Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, UNY; Peneliti Pendidikan Literasi Yogyakarta) Secara naluriah manusia diberi tanggung jawab moral sebagai pemimpin oleh Tuhan. Pemberian itu berlangsung sejak manusia pertama, yakni Adam diciptakan di bumi dan terus berjalan hingga akhir zaman. Sebagai penerus Adam sudah barang tentu ruh kepemimpinan merasuk ke dalam daging kita—disadari atau tidak—pada setiap …

Read More »

Masak dalam Mimpi

Oleh Muhammad Lutfi (Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Sebelas Maret) Masak dalam Mimpi Seorang ibu dengan tangan basah dan gemetar Memasukkan jari-jemarinya kedalam panci Tangisnya menyalakan bara api Di pangkuannya Diaduknya lembut dan berputar-putar butiran beras Dari lumbung yang sudah terbakar Sementara anaknya menangis dan memegang pasak dan pisau dapur Ditusukkan pada parit-parit tanah Mata mereka sudah tak kuasa menahan …

Read More »

Bubarkan SPK!

Oleh Rony K. Pratama (Alumnus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, UNY) SPK sebagai singkatan dari Sie Penegak Kedisiplinan pada perhelatan Ospek/PKKMB dirasa kurang tepat karena cenderung mengurusi hal-hal remeh-temeh, seperti kelengkapan dan kesesuaian atribut eksternal. Belum lagi pandangan kultural yang melekat pada SPK: ekspresi bengis, ucapan pedas, bentakan absurd, dan pelbagai hegemoni personal lain. Kedudukan SPK di bawah ketua …

Read More »

Rokok Aidit dan Kompleksitas Sejarah

Oleh Erltisda Kustyanto (Mahasiswa Ilmu Sejarah UNY 2013) Beberapa hari lalu dunia sosial media sedang dihebohkan dengan pertengkaran yang sedang mencari kebenarannya masing-masing tentang Dipa Nusantara Aidit –pemimpin senior Partai Komunis Indonesia (PKI)— merokok atau tidak merokok. Pada 25 September 2017, saya mengikuti sebuah seminar kearsipan. Bonnie Triyana, pemimpin Majalah Historia membawa isu ini ke dalam diskusi seminar. Untuk mengorek …

Read More »

Bersenang-senang Kok Diawasi?

Oleh Nadzif Al Aqol (Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY 2017) Rabu pukul satu dini hari, tepat empat puluh lima menit sebelum Liga Champions tayang, saya menulis tulisan ini. Alih-alih sebagai opini, tulisan ini mungkin akan lebih pas jika disebut curhat. Ya, curhat. Setidaknya curhat dari mahasiswa baru (maba) yang semasa mengikuti Ospek 2017—secara resmi disebut Pengenalan Kehidupan Kampus …

Read More »

Senyum SPK

Oleh Nurfathi Robi (Sie penegak kedisiplinan PKKMB-Sikrab PBSI UNY 2017) Mahasiswa baru (maba) sedang melingkar di ruangan. Ketika itu, kami, sie penegak kedisiplinan (SPK), meminta salah seorang dari mereka untuk maju. Adalah seorang mahasiswi bertubuh kecil dan matanya menyiratkan kecanggungan. Dirinya terlihat gugup dan bingung. Namun kami sudah bersepakat bahwa dia harus mempertanggungjawabkan tulisannya. “Privat Senyum untuk SPK”, itulah judul …

Read More »

Bacalah, Hingga Kita Kembali

Lelaki tua itu berjalan perlahan. Gerobak yang ia bawa penuh dengan barang bekas dan juga beberapa plastik yang bisa dijual kembali kepada pengepul. Satu bungkus nasi, kretek, dan segelas kopi cukup untuk ia beli dengan barang-barang bekas itu. Terkadang, jika ia memilki lebih, ia akan tabungkan di celengan ayam bobroknya. Tempat tinggalnya tepat di samping kali, berderetan dengan ratusan orang …

Read More »

Balada Kepala Rumah Tangga

“Mau kubuatkan kopi?” Deni, sahabatku, bertanya. Akhirnya ada obrolan lagi setelah beberapa menit diisi kekosongan. “Tidak usah. Aku harus pergi,” jawabku menggeleng. Deni mendongak ke arah jendela. “Tapi di luar hujan. Entah berhenti saat kapan. Di sini saja dulu,” pintanya. Akhirnya kuurungkan niat tersebut setelah tadi bersiap-siap akan pulang ke rumah. Dan aku hampir lupa menyampaikan sesuatu padanya. Deni sahabatku …

Read More »

Wanita dan Kafe Seberang Taman Kota

Petang ini langit mendung. Padahal baru kemarin selesai musim kemarau. Berita dari televisi mengatakan bahwa hari ini kemungkinan akan turun hujan. Hari ini bisa jadi hari pertama turun hujan setelah sekian lama kemarau menjangkiti kota metropolitan ini. Wanita itu seperti biasa datang ke kafe seberang taman kota hanya di hari Sabtu petang, setelah mega matahari tak terlihat lagi. Ia tinggi …

Read More »