Home » Opini (page 3)

Opini

March, 2018

  • 17 March

    Menjadi Bandit untuk Melawan Penindasan

    Aksi perbanditan atau premanisme bukanlah peristiwa kontemporer. Di Indonesia, ia telah memiliki akarnya sendiri setidaknya sejak abad ke-19. Namun, aksi premanisme masa itu lebih didasari pada ketidakpuasan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda, alih-alih hanya sebentuk kejahatan semata. Pada abad ke-19, Yogyakarta dan Surakarta merupakan daerah subur yang dijadikan perkebunan. Hasil-hasil perkebunan berupa tebu, tembakau, indigo, dan kopi dihasilkan dari perusahaan-perusahaan …

  • 9 March

    Tirto Adhi Soerjo dalam Pergulatan Politik Pergerakan Nasional

    Tokoh utama yang diceritakan dalam novel Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer, Minke, merupakan perwujudan dari sosok Raden Mas Tirto Adhi Soerjo. Sebagai salah seorang tokoh pers sekaligus pergerakan pada awal abad ke-20, Tirto sangat berjasa dalam membangun kesadaran nasional bagi masyarakat Hindia Belanda. Dalam perkembangan sejarah Indonesia, namanya memang sangat jarang dibahas dalam ranah akademis. Pria kelahiran Blora tahun …

  • 6 March

    Overpopulasi dalam Pusaran Dilema Ekologi

    “Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis moral.” -Dante Alighieri Kutipan di atas adalah prolog dari salah satu karya maestro sastra dunia, Dan Brown, dalam bukunya yang berjudul Inferno. Inferno (2013) merupakan masterpiece keenam Dan Brown setelah Digital Fortress, Angels and Demons, Deception Point, The Da Vinci Code, dan The Lost Symbol. Novel ini merupakan serial ketiga petualangan Robert …

  • 1 March

    Menekan Angka Kelahiran Manusia Bukan Solusi untuk Mengurangi Kerusakan Alam

    Rabu, 21 Juni 2017, Departemen Populasi Divisi Urusan Sosial dan Ekonomi PBB menyusun sebuah laporan yang memperkirakan bahwa populasi manusia di dunia saat ini mencapai hampir 7,6 miliar. Jumlah ini akan meningkat menjadi 8,6 miliar pada 2030; 9,8 miliar pada 2050; dan 11,2 miliar pada 2100. Meledaknya jumlah penduduk dipandang sebagai ancaman terbesar kerusakan lingkungan di dunia. Kemiskinan, kelaparan, dan …

January, 2018

  • 28 January

    Perubahan Budaya Bermain dari Tradisional ke Virtual

    Pada 1938, Johan Huizinga, seorang teoritisi budaya dan sejarawan asal Belanda, menulis buku berjudul Homo Ludens: A Study of Play Element in Culture. Buku tersebut memperkenalkan istilah baru pada dunia ihwal sifat alami manusia yang masih diajarkan pada kita hingga kini. Huizinga menyebutnya homo ludens, yakni manusia sebagai makhluk yang gemar bermain. Ada sebuah pernyataan kontroversial yang dituangkan Huizinga dalam buku …