Home » Sastra » Puisi (page 2)

Puisi

Manusia Cacat

Karya Dhimas Iman G. W. Kami manusia cacat….. Memiliki mulut namun tak pernah mengucap kebenaran Mengucap kebenaran namun kebenaran binatang Saling benteng dalam meriam kata Ya kami manusia cacat…. Memiliki telinga namun tak pernah mendengar derita Bualan dan tipuan selalu didengar Tuli mereka mendengar tangisan Sungguh kami manusia cacat…. Memandang kebenaran dengan sorot mata yang buta Buta kepada tanggung jawab Buta kepada kehidupan Buta manusia Kamilah manusia cacat…. Mempunyai hidung namun menghirup wangi kaum busuk Menghirup busuk …

Read More »

Jika Cinta Membuat Gila

karya Alif Rofik Annaba Jika cinta telah merasuki ranah mistis jiwa kita Maka kau dan aku pun akan terjangkit sebuah virus yang mampu menghentikan laju hayalku dan hayalmu Kita akan merasa gila karena cinta yang menghentikan debur ombak lalu menafsir mimpi-mimpi kita di ujung pengembaraan malam ini Jika cinta benar-benar membuat kita gila Maka dunia ini milik kita berdua dan …

Read More »

Tafsir Mimpi

Telah kutinggalkan segelas teh panas dalam mimpiku pagi ini Sebenarnya, ada banyak cerita tersembunyi Di balik asapnya yang mengepul wangi Ada panas yang sudah berbaris rapi melawan emosi Itu, sebuah gelas kecil nan unik Yang serupa bunga tulip nan cantik Terisi teh hitam sepahit kenangan putri Antonina & prajurit Kharuz di Kiz Kulesi Baru dengan empat sampai lima butir gula …

Read More »

Sebelum Petang

Ini sore yang kembali membawa mendung sebelum engkau pergi. Dengan rintiknya, membasahi permukaan jendela. Engkau tinggalkan sebaris doa di balik pigura. Aku baca ketika rindu mengintip dari jauh. Sebab kini malam kian bisu. Dulu pernah kau bilang, “Sendiri ialah kepedihan.” Dan malam ialah hantu yang berjajaran. Namun tak ada kesimpulan, sebelum petang. Kau pun beranjak dari takut menuju malam yang …

Read More »

Di Perjalanan Pagi

Masih di Senin pagi Kau tulis senandung pada cermin dan melukis senyum Diiringi kicau burung dari balik pohon mangga Berbincang tentang kabut, mereka Perjalanan yang resah, bagimu Sebab kata menyirat keluh pagi itu Dan embun tak cukup menyejukkan kisah itu Kau kabarkan, duka lewat permukaan Yang di akhir bulan diamini seseorang. Dan di akhir perjalanan ada seseorang yang siuman. Winna …

Read More »

Menjerat Angin

Sampai kapan pun kau tak akan pernah berhasil sia-sia segala usaha kau hanya bisa merasakannya tahu dari arah mana datangnya dan ke mana ia akan pergi menjauh membawa aroma perpisahan terbang berkelana.. tak akan sanggup kau menangkapnya menyimpannya dalam pelukan mesra saat menyentuh kulitmu sejuk yang terasa namun, ia hanya lewat dan meninggalkan dingin yang terjerembab dalam dekap Hidup kita, …

Read More »

SELINGKUH

Lemas ia rasa di sekujur sendi tubunya rasanya ngilu Lidahnya kelu, terasa pahit dan berat saat menelan ludah. dingin tidak begitu terasa, tapi entah mengapa gemetar hebat ia rasa menerjang tubuhnya seketika hujan memburu, riuh rendah di luar jendela samar memercikkan sedikit air ke wajahnya yang pasi. bulu remangnya menegak sejenak sebelum ia lunglai dan tak bergerak matanya nyalang menatap …

Read More »

Aku, Cigarette dan Secangkir Hitam Manis

di sebuah kamar saksi hidup masa muda aku duduk merenungkan geliat hidup ini jejak keramaian gejayan mulai menyepi pertanda malam sudah mulai bernafas dibawah binar-binar lampu neon putih cerita hidup ini sedang kutulis diatas Komputer lipat rasanya ibarat memuntahkan semua isi perut kelantai otak ini begitu kencang meneteskan catatan hidup ini sebuah cangkir berisikan air panas hitam pekat tapi nikmat …

Read More »

Pesan untuk Mikail

Mikail Jauh hari aku pernah bertanya padamu kapan aku bisa mengerti hakikat Diri tentang sunyi mencekam kesepian dari dari jarak yang jauh Mikail Mengapa aku harus ditakdirkan menjadi milik mereka? Sementara aku tak tahu mana yang bisa aku miliki aku tahu kau ada dengan segala puji dan anugerah Sang Maha Tapi aku ketakutan, mikail! Menjauh dari yang pernah hidup Kering …

Read More »