Diskusi Telaah Atas Permintaan Maaf Hari Suwandi di TV One

TAMPAK DEPAN: Penayangan video Suwandi di TV One dalam acara
TAMPAK DEPAN: Penayangan video Suwandi di TV One dalam acara

JOGJA nasional museum Yogyakarta, 6 agustus 2012, diskusi dipandu oleh Budhi Hermanto, dari COMBINE Resource Institution, berlangsung sore hari menjelang asar. Kurang lebih pukul 15.00 WIB. Sebagai pembicara, dihadirkan Waring Waluyo, orang yang memberikan testimoni tentang sosok Hari Suwandi, wakil dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Darmanto dari Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), dan seorang akademisi, Fajar Junaedi dari prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Isi diskusi yakni mengkritisi sikap Hari Suwandi yang meminta maaf di siaran berita TV-One. Dalam rekaman video yang diputar di Aula Jogja Nasional Museum, terlihat Hari Suwandi menangis memohon maaf dan mengungkapkan bahwa Aburizal Bakri akan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di Porong, Sidoarjo. Dia yakin bahwa Aburizal Bakrie akan berkomitmen penuh atas masalah lumpur Lapindo. Dia mengaku telah dimanfaatkan.
Sebelumnya, “Skandal antara Hari Suwandi dan TV-One ini bermula dari niat Hari Suwandi untuk melakukan demo jalan kaki dari Porong ke Jakarta,” kata Waring Waluyo. Waring Waluyo kemudian menjelaskan kronologis peristiwa tersebut terjadi. Waring Waluyo dengan rekan-rekannya mendukung keinginan Hari Suwandi yang ingin melaksanakan demo tersebut. Demo yang dilakukannya untuk menuntut Peraturan Presiden (perpres) No. 14 Th. 2007 agar dilaksanakan sesegera mungkin, tidak melalui cicilan. Namun, kenyataannya Lapindo melakukan sistim cicilan untuk melunasi 80 % ganti rugi.
“Entah karena suatu sebab apa, Hari Suwandi kemudian berubah,” kata Waring.
Pada akhirnya, baik menurut Fajar, Darmanto, dan seorang Wakil dari KPI menyatakan, media massa sudah ditunggangi suatu kepentingan. “Padahal, media massa itu seharusnya netral,” ungkap Wakil dari KPI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *