/

Sentra Kain Pantai di Sukoharjo

Salah satu pekerja sedang membentangkan kain untuk dijemur. Haris/EKSPRESI.

Ekspresionline.com — Berada di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo terdapat sentra industri kain pantai. Salah satunya adalah usaha milik Purwanto yang sudah dimulai sekitar tahun 1994. Purwanto menjelaskan bahwa awal mula usaha kain pantai di Sukoharjo ini disebabkan adanya masa kekeringan dan terbatasnya lahan di daerah tersebut. ‘’Dulunya tanah kering kita kekurangan lahan terus di jadikan usaha kain ini,” tutur Purwanto pada Selasa (11/9).

Purwanto melanjutkan, untuk proses pembuatannya dimulai dengan kain di-layor atau tahapan pemutihan. Setelah proses layor ini dilakukan penjemuran menggunakan potongan bambu yang tersusun rapi.

Kemudian kain akan masuk ke bagian pewarnaan dengan cara printing dan cap manual. ‘’Kita tidak hanya di-print, tetapi ada yang handmade yang dibuat di lapangan dengan menggunakan panas matahari,’’ katanya.

Untuk harga, Purwanto juga menjelaskan bahwa kain dengan cara pembuatan printing lebih mahal, 15-30 ribu rupiah tergantung motif dan panjang kain. Untuk pemasaran kain pantai, lanjutnya, sebagian besar didistribusikan ke Bali, Jakarta bahkan hingga mancanegara.

Proses pengerjaan sendiri dilakukan sekitar 10-20 karyawan. Mulai dari proses printing hingga pengemasan kain pantai. Menurut salah seorang pengrajin, Sulastri, wanita paruh baya tersebut melakukan proses ngrombeng atau proses penguraian ujung kain. ‘’Kain yang sudah jadi dari pabrik kami ngrombeng sendiri dan kami buat label sendiri’’ ujarnya.

Haris Dwi

Editor: M. S. Fitriansyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *