/ /

Tolak BBM Mencekik Rakyat, AM FIS Unjuk Rasa

Jumat (21/11), Aliansi FIS UNY berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM  diiringi oleh aksi teatrikal yang menggambarkan kesengsaraan rakyat miskin kota. (Urlik|Ekspresi)

Jumat (21/11). Puluhan mahasiswa yang menamakan sebagai Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNY berunjuk rasa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pertigaan Jalan Colombo-Gejayan yang mereka sebut dengan Pertigaan “Perlawanan”, hingga diteruskan ke perempatan Sagan.

”Kami turun ke jalan untuk menyuarakan hak-hak rakyat menengah dan rakyat miskin, kami jelas menolak kenaikan harga BBM sebesar Rp2.000 tersebut. karena pada dasarnya yang harus diperbaiki dulu adalah tata kelola migas, bukan serta-merta langsung menaikkan harga BBM,” jelas Septian Teguh selaku Koordinator umum pengunjuk rasa.

Setelah sempat melakukan pemblokiran jalan, puluhan mahasiswa FIS ini kemudian bergeser menuju perempatan Sagan untuk orasi lanjutan. “Kami memilih perempatan Sagan karena disini ada SPBU dan banyak pedagang yang menyimbolkan kenaikan harga BBM ini mencekik rakyat,” jelas Septian.

Dalam press release-nya, ada beberapa tuntutan yang ditawarkan kepada pemerintah pusat yaitu

  1. Memperbaiki tata kelola migas dengan mencabut dan mengganti UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah terbukti inkontitusional, menjadikan tata kelola migas RI menjadi buruk, didominasi asing, membelenggu Pertamina, tidak mampu meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi serta menjadikan ketahanan nasional sangat lemah dan tidak berdaulat,
  2. Pemerintah melakukan penjelasan secara gamblang tentang transparansi dana produksi BBM, baik dari dalam negeri maupun impor,
  3. Implementasikan ketegasan pada Wajib Pajak, terutama wajib pajak dikalangan ekonomi menengah ke atas dan mendongkrak terserapan pajak agar sesuai target,
  4. Berantas Mafia Migas,
  5. Mengendalikan konsumsi BBM dengan membatasi impor kendaraan pribadi, membuat regulasi kepemilikan,
  6. Laksanakan UUD 1945 Pasal 33!

Arfrian Rahmanta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *