Mahasiswa D4 FT Korban Kecelakaan Berhak Dapat Asuransi
Ekspresionline.com–Zaky Ahmad Aditya, mahasiswa D4 Teknik Mesin yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas berhak dapat asuransi dari UNY. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Rektor (PR) No. 03 Tahun 2015 tentang Dana Kesejahteraan Mahasiswa. Dalam PR tersebut, tertulis bahwa mahasiswa yang mengalami kecelakaan saat bertugas sebagai mahasiswa mendapat santunan paling banyak Rp4.000.000,00.
“Semua dana D4 sudah dialokasikan ke kampus Wates. Informasi [kecelakaan] dan sebagainya seharusnya disampaikan ke kampus Wates supaya dapat asuransi,” ucap Wakil Dekan III FT, Giri Wiyono di tengah aksi mahasiswa di Rektorat UNY, Senin (25/11/2019) lalu.
Zaky sendiri saat ini sedang menjalani proses pemulihan. Ia mengaku sudah dijenguk oleh Aan Ardian, ketua program studi Teknik Mesin. Kata Zaky, Aan memintanya untuk fokus memulihkan diri dan hendak membantu untuk mengurus asuransi.
“Kalau [UNY] mau ngasih asuransi ya menurutku bagus, sih. Itu tanda mereka mau tanggung jawab atas kebijakan,” kata Zaky di rumahnya di Selomartani, Kalasan, Sleman pada Sabtu (7/12).
Zaky mengalami kecelakaan di Nanggulan, Kulon Progo saat perjalanan pulang dari kampus Wates pada 19 November lalu. Kata Zaky, ia mengalami kecelakaan karena sepeda motornya tergelincir pasir dan menabrak mobil boks dari lawan arah.
“Tahu-tahu banyak banget temanku datang. Teman-temanku nggotong aku, dibawa naik mobil ke RS Panti Baktiningsih. Karena kan harus operasi besar, malamnya dirujuk ke RS Panti Rapih, besok sorenya operasi,” tuturnya.
Mahasiswa angakatan 2019 tersebut mendapat beberapa luka di bagian tubuh sebelah kiri. Luka yang mengharuskannya operasi adalah otot tempurung lutut yang sobek. Selain itu, satu tulang jarinya patah dan kaki kirinya mendapat sejumlah luka sobek dan lecet.
Kecelakaan yang dialami Zaky pun turut memantik aksi protes mahasiswa D4 pada 25 November lalu. Mahasiswa D4 merasa kebijakan UNY membuat mereka harus bolak-balik dari kampus Wates ke Karangmalang untuk kuliah. Hal tersebut meningkatkan risiko kecelakaan mahasiswa. Zaky pun menuturkan bahwa banyak teman-temannya yang mengalami kecelakaan ringan.
“Kalau bolak-balik terkesan nggak masuk akal. Soalnya—nggak cuma aku sih yang bilang, tapi teman-temanku dan teman-teman bapakku yang dosen itu juga [menyesalkan]. Tapi ya kebijakannya kayak gitu. Keberatan sih iya, tapi ya dijalani saja,” kata Zaky.
Perkara tersebut sudah selesai saat audiensi dengan pihak birkorat, Senin (2/12). Mahasiswa D4 menyetujui proposal rektorat untuk tetap di kampus Wates, dengan catatan bahwa perkuliahan praktik dengan mesin ringan sudah bisa dilaksanakan pada semester mendatang. Untuk praktik dengan mesin berat, pihak UNY akan mengantisipasinya dengan sistem perkuliahan blok.
Ikhsan Abdul Hakim
Reporter: Reza Egis
Editor: Abdul Hadi
